Selamat membaca

Laman

Rabu, 16 November 2011

Rejeki ada yang ngatur


pernah lihat seekor cicak? pastinya pernah donk ya.... kira kira cicak itu makanya apa ya?
emm nyamuk kan ya? tapi pernah tidak kita merenungkan sejenak KOK BISA ya. cicak yang tidak punya sayap bisa memakan nyamuk yang punya sayap. kan nyamuk lincah bisa terbang kesana kemari tapi tetep saja cicak yang tidak punya sayap bisa memakan nyamuk. itulah yang disebut semua sudah ada rejekinya.

jika ada diantara pembaca sedang berkeluh kesah karena sudah lulus tapi belum dapat pekerjaan, atau khawatir bagaimana menafkahi keluarga karena baru dipecat, atau baru ditinggal suami tercinta karena meninggal. jangan khawatir karena pada dasarnya setiap dari kita sudah tuhan cukupkan rejekinya. tidak mungkin tuhan menciptakan perut tapi tidak menyediakan pengisinya yakinlah. dalam tulisan singkat ini saya ingin membagikan beberapa pemikiran saya mengenai rejeki.

1. setiap manusia sudah tuhan cukupkan rejekinya
setiap mahluk dimuka bumi ini sudah tuhan cukupkan rejekinya tinggal bagaimana kita "menjemputnya". bayangkan gajah yang tidak sekolah saja masih bisa hidup, cicak yang makananya nyamuk saja tidak ada yang mati kelaparan, kaktus yang hidup dipadang gersang masih bisa bertahan. tidak ada satu hewanpun yang tidak tuhan cukupkan rejekinya, YAKINLAH. kecemasan yang kita hadapi sebenarnya adalah hal yang wajar, ketika kita takut bagai mana kita akan bertahan hidup, saya kan hanya lulusan SD bagaimana saya bisa mencari uang yang banyak. eiitts tunggu dulu gajah yang besar saja tidak sekolah bisa hidup. tapi bagaimana saya bisa sukses keluarga saya saja miskin, eeits tunggu dulu cicak yang tidak punya sayap saja bisa dapat makanan nyamuk yang terbang. tapi kan saya tidak punya apa-apa, bersyukurlah setidaknya anda masih punya mata untuk membaca kisah ini. jika kita mencemaskan rejeki kita ingatlah cicak dan nyamuk smuanya sudah ada jatahnya.


adek bayi aja ada rejekinya kok 


2. rejeki tidak sama dengan uang
rejeki itu tidak selalu uang,  jika rejeki itu uang berarti nabi adam tidak memiliki rejeki. bagaimana dengan suku pedalaman yang mungkin dibeberapa tempat belum mengenal uang tp toh mereka masih bisa hidup. rejeki itu adalah apa yang kita punya dan rasakan. jika kita punya tapi tidak kita rasakan berarti itu blm rejeki kita. ada orang kaya memiliki harta yang melimpah tapi dia terkena kolesterol dan tidak boleh makan ini dan itu, atau kaya raya tapi sakit dan hanya bisa terbaring di rumah sakit. tapi ada keluarga yang sederhana tapi sehat bugar dan bisa memakan apa saja walau tidak banyak uang. mana yang lebih baik? apa yang ada dalam diri kita itu adalah rejeki berbagai kemudahan dalam diri kita itu adalah rejeki, kesehatan kita itu adalah rejeki, rumah reot kita itu adalah rejeki, dan begitu melimpah rejeki disekeliling kita hanya terkadang kita tidak menyadarinya. walaupun hanya pegawai biasa yang punya gaji pas-pasan namun lebih baik dari pada bos yang banyak uang namun banyak juga hutangnya. kita masih bisa mendengar, melihat dengan baik, berjalan dengan sempurna, ataupun walaupun sesusah-susah keadaan pasti terdapat sesuatu rejeki yang kita miliki. rejeki itu banyak disekeliling kita hanya kita hanya kita yang tidak menyadarinya. pasangan yang setia, anak yang baik dan membanggakan, orang tua yang penyayang. tetangga yang baik bos yang pengertian, taman yang mau mengantarkan kita, makansiang gratis karena ada yang ulang tahun  dan banyak hal lainya.

TANTANGAN : anda coba tidak membawa uang 1 rupiahpun selama 1 minggu dan perhatikan apa yang terjadi, anda akan mengerti konsep ini dan anda masih bisa bertahan ^_^ 


3. saluran rejeki
Rejeki kita bukan dari orang tua kita, bukan dari pekerjaan kita, bukan dari beasiswa kita, dan bukan dari mahluk manapun juga. Rejeki itu datangnya dari Allah langsung untuk kita, melalui orang tua kita, melalui pekerjaan kita, melalui beasiswa kita dan dari saluran manapun juga. selayaknya hujan lewat daerah manapun juga pasti akan jatuh ke bumi juga. jadi jika kita berani untuk bilang "mamah/papah, kaka tidak usah dikasih uang jajan lagi, biaya sekolah atau kuliah biar kaka yang tangung. YAKINLAH Allah akan membukakan jalan pintu rejeki yang lainya, mungkin walau tidak dikasih uang jajan makan pagi masih ada, makan siang ada yang teraktir. walau tidak bisa bayar kendaraan umum mungkin ada teman yang mengajak boncengan bareng. YAKINLAH bahwa semua rejeki itu datangnya melalui Allah langsung kepada kita, dan bukan dari siapa-siapa. 
TANTANGAN : bilang pada orang tua anda bahwa anda mandiri dan tidak perlu membiayai lagi. lihatlah apa yang terjadi. anda akan memahami ?

4. stiap rejeki ada waktun dan kondisinya 
kenapa saat ini saya tidak punya uang sepeserpun, padahal saya sudah bekerja keras? sedangkan teman atau kerabat saya leha-leha saja uangnya begitu mudah. perhatikan hal ini, taukah anda dengan SULE pemeran dalam acara OVJ ia baru bisa sukse sekarang2 tapi apakah anda tau bagaimana sule 5 atau 10 tahun sebelumnya. dia pernah jualan baso, jualan2 keliling dan pekerjaan kasar lainya. begitupun dengan tukul, dan begitupun dengan abraham linkom dia sukses menjadi presiden padahal ketika awalnya jadi ketua rt (istilah kitanya :p) saja tidak terpilih. intinya semua ada waktu dan kondisinya. mengingat apa yang dikatakan pak mario teguh, bahwa setiap orang itu memiliki waktu kesuksesanya, ada yang 20 tahun, ada yang 35 tahun, 70 tahun bahkan 200 tahun. tapi permasalahanya manusia itu memiliki batasan yaitu usianya. tugas kita adalah bagaimana mempercepat kesuksesan itu jika 30 tahun anda akan suskses maka buatlah hal tersebut menjadi 25 tahun. tentunya anda sendiri yang tau bagaimana caranya. jika kita sekarang terpuruk tenang saja smua ada kondisi dan waktunya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar